Sebagai upaya pengembangan pendidikan, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) giat menjalin kerja sama dengan berbagai mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Kerja sama kali ini dijalin Polbeng dengan PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan CV. Maulin Consultant yang ditandai dengan penandatanganan kontrak Penelitian Matching Fund Batch 1 di Hotel Santika, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2022.
Penandatanganan kontrak matching fund dihadiri oleh Direktur Jenderal Vokasi Kiki Yuliati, Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Beny Bandanadjaya, Direktur Pobeng Johny Custer, Ketua P3M Polbeng M. Afridon serta 36 perguruan tinggi khusus vokasi.
Menanggapi hal itu, Johny mengatakan bahwa penandatanganan kontrak matching fund tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya peningkatan mutu pendidikan Polbeng serta untuk mendukung kebutuhan teknologi dan pengembangan di DUDI.
Selain itu, dengan adanya Program matching fund tersebut dapat mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih erat dan terakselerasi antara kampus dan DUDI.
“Kami selalu berusaha untuk melakukan pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan Polbeng. Maka itu kami senantiasa menjalin kerja sama dengan berbagai mitra DUDI,” ujar Johny kepada mediakepri.co.id melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp, Kamis, 28 Juli 2022.
Jonny menjelaskan bahwa sebanyak 63 proposal yang mendapatkan pendanaan. Polbeng berhasil mendapatkan pendanaan 3 proposal yaitu 2 proposal bermitra dengan PT. Pertamina Hulu Rokan dan 1 proposal bermitra dengan CV. Maulin Consultant.
Johny juga menjelaskan bahwa sebanyak 9 proposal yang sudah diusulkan, 6 proposal untuk verifikasi kelayakan dan yang berhasil didanai sebanyak 3 proposal dan 1 proposal masih menunggu jadwal verifikasi kelayakan.
“3 proposal ini diketuai oleh Yunelly Asra, Supria, dan Gunawan. 1 proposal lagi akan memasuki tahap verifikasi kelayakan menuju tahap 2,” ujar Johny.
Untuk batch 2, sambung Johny, yang berhasil masuk ke tahap pengusulan sebanyak 3 proposal, dan yang berhasil lolos verifikasi kelayakan sebanyak 1 proposal.
Pada batch 3, proosal yang masuk ada 2 dan sudah masuk ke tahap penilaian substansi.
Selanjutnya Johny menjelaskan bahwa matching fund merupakan bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Perguruan Tinggi (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak industri.
“Atas nama pribadi dan pimpinan, saya mengucapkan terima kasih kepada Dirjen vokasi yang telah memberikan kepercayaan kepada Polbeng untuk mendanai proposal Polbeng di batch 1 ini. Terima kasih juga saya ucapkan kepada rekan-rekan dosen Polbeng yang telah mengusulkan proposal serta kepada PHR dan CV. Maulin Consultant yang telah memberikan kepercayaan, semoga selalu bersinergi,” pungkasnya.